Tampilkan postingan dengan label chocostory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chocostory. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 Maret 2014
Rabu, 26 Februari 2014
Tak Ada Pilihan
Tidak sengaja ngobrol sm dosen marketing management. Entah berawal dr ngobrol apa tiba" salah satu kakak tingkat bertanya ttg industri pertelevisian Indonesia.
Ttg "mahalnya" tontonan yg mendidik. Masyarakat yg tidak berlangganan TV kabel dihadapkan dgn keterbatasan pilihan stasiun TV, tentu terbatas juga acaranya. Ini namanya public TV, ya emg buat publik nasional yg mengakses tanpa mengeluarkan dana lebih. Kalau mau menikmati acara yg berkualitas dgn pilihan lebih banyak harus bayar mahal. Ya to? Harus langganan TV kabel yg harganya berkisar mulai dari 150 ribu per bulan.
Yg aku lihat, ini jd ada gap, ada ketidak adilan. Kenapa? Krn yg pny uang dan pny kesempatan yg menikmati lbh banyak hiburan, bahkan kl TV kabel byk chanel yg lbh mendidik. Nah kl yg "gratisan" aja, yaaa tau sendiri deh acaranya apa aja, gmn kualitasnya. Secara emosional aku bs bilang kl SDM masyarakat yg disuapi tontonan begini terus ya kelihatan kualitasnya, dan sayangnya bs jd mereka masy berpenghasilan pas"an yg ga bs langganan TV kabel. Susah deh upgrading kuliatias SDM kalau gini.
Jumat, 21 Februari 2014
(Jangan) Memilih Teman
Kalimat yang menurutku akan semakin dipahami seiiring bertambahnya kedewasaan : (Jangan) Memilih-milih teman.
Ya? Mengapa?
Aku katakan kalimat ini akan lebih kita pahami seiirng kedewasaan bertambah, seiring telah kita jumpai teman dan lawan, saat kita bisa memebedakan mana teman dan mana sahabat, seiring kita bisa merasakan "pengaruh"nya, seiring kini dan di masa nanti menjadi apa kita.
Buatku, penting memilih teman karenaaaaaaa ada beberapa tingkatan teman. Sesuai yang aku alami hingga usia kepala duaku ini ;;)
Okay pertama. Kita ada di sekelompok populasi, dipersatukan dengan persamaan seragam, institusi, daerah atau apapun itu. Ketika kita ada di suasana itu, kita mengenal atau sekadar tau, sudah bisa lah dikatakan teman. "Oh ya, aku kenal Aisyah, dia anak manajemen juga".
Hmmmm tingkatan selanjutnya, teman yang datang saat sedih ke kita, ngerasa kita bisa jadi "tempat sampah", curhat abis abisan, trus kitanya warm welcome banget, tapi kalau udah selesai ya udah. Akrab kan dengan istilah "kalau butuh aja", "kalau ada maunya", gitu deh. Tapi in shaa Allah aku berusaha positif thinking kok, berarti menurut teman kita itu kita dioercaya utk berkeluh kesah, sharing, atau kita bisa dianggao bisa ngasih solusi. Bisa kan?
Ada tingkatan lagi, teman makan teman hahahaha. Ataaaaaaauuu teman datang di saat bahagia saja nah nah nah. Ini kayak orang kondangan, ikiut seneng pas mantenan hahaha. Ini agak nyebelin ini. Malah seringe nyebeli banget :|
Hmmmm tingkatan selanjutnya, teman yang datang saat sedih ke kita, ngerasa kita bisa jadi "tempat sampah", curhat abis abisan, trus kitanya warm welcome banget, tapi kalau udah selesai ya udah. Akrab kan dengan istilah "kalau butuh aja", "kalau ada maunya", gitu deh. Tapi in shaa Allah aku berusaha positif thinking kok, berarti menurut teman kita itu kita dioercaya utk berkeluh kesah, sharing, atau kita bisa dianggao bisa ngasih solusi. Bisa kan?
Ada tingkatan lagi, teman makan teman hahahaha. Ataaaaaaauuu teman datang di saat bahagia saja nah nah nah. Ini kayak orang kondangan, ikiut seneng pas mantenan hahaha. Ini agak nyebelin ini. Malah seringe nyebeli banget :|
Rabu, 15 Januari 2014
Okuuuuuuuy Binian
Okuuuuuuy
Binian (Duhai Wanita)
Sungguh ya
wanita..
Menghabiskan
waktu bermenit-menit bahkan hitungan jam untuk memilih baju.
Malam ini, untuk
besok kuliah saja udah dipikirin, “Aaaaaaa aku besok pakai baju apa?”.
Padahal sadar
kalau kalau baju di lemari ga cuma satu dua. Bahkan rotasinya bisa sampa
sebulan ga pakai baju yang sama. Ga kurang ide juga buat mix and match. Tapi masih aja sampai duduk di depan lemari,
mencari-cari.
Senin, 13 Januari 2014
Senin Malam
Di sini di serambi masjid dan di dalam masjid yg bertrap lebih tinggi. Penuh. Sesak, namun damai.
Ada 3 golongan baju.
Putih" bagi si pangantin.
Hitam utk santri dan atlet pencak silat.
Dan kami yg awam ini, berpakain dgn berbagai corak dan warna.
Sabtu, 11 Januari 2014
SEGELAS TEH BANDULAN DAN SETUSUK SEMPOLAN
Balada tahun
baru dalam rajutan mimpi dan semangat baru meski dalam buku yang sama: hidup.
Tak selayaknya menghapus memori sekelam
dan sehitam pun itu, dan tak jua pantas mengelak bahwa diri ini kini dan nanti
adalah hasil sintesis segala memori dan peristiwa di masa lampau. Mari
berlanjut mengenang masa-masa tak terlupa (namun tak jua ingin benar-benar
mengulangnya haha). Tim II KKN Undip Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.
Ceritera masa lampau tak akan pernah
berdaya tanpa mengenang pribadi per pribadi, individu per individu, mengupas
hal yang tabu untuk diungkap, membuka yang seringkali tak selayaknya, haha. Mari merangkai puzzle-puzzle
kenangan dalam bingkai profil pengurus Kecamatan
Tirto.
Jumat, 10 Januari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
